Yush, Adella Zalsabillah (2026) EFEKTIVITAS e-MODUL BERBASIS PRECEDE PROCEED MODEL TERHADAP SELF-EFFICACY DALAM PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.
Abstrak Adella.pdf
Download (258kB)
Abstract
Latar Belakang : Rendahnya self-efficacy remaja dalam pengambilan keputusan
kesehatan reproduksiberkontribusi terhadap meningkatnya perilaku seksual berisiko
sehingga diperlukan intervensi edukatif inovatif berupa e-Modul digital berbasis Precede
Proceed untuk meningkatkan perilaku kesehatan reproduksi remaja.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas emodul berbasis
Precede Proceed model terhadap self-efficacy dalam perilaku kesehatan reproduksi remaja.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan two group
pretest-postest with control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 78 responden
yang terdiri dari 39 siswa kelompok intervensi dan 39 siswa kelompok kontrol, dipilih
menggunakan teknik random sampling. Variabel penelitian ini adalah self-efficacy dalam
perilaku kesehatan reproduksi remaja yang diukur menggunakan kuesioner self- efficacy
yang telah valid dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat
menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Intervensi berupa edukasi kesehatan
reproduksi menggunakan e-modul berbasis digital yang diakses melalui QR-Code.
Intervensi diberikan sebanyak 1 kali dan dilakukan dalam tiga sesi meliputi pretest,
pemberian materi e-modul pada kelompok intervensi, dan posttest untuk menilai perubahan
self-efficacy responden.
Hasil : Self-efficacy remaja sebelum diberikan intervensi e-modul pada kelompok
intervensi maupun kelompok kontrol menunjukkan tingkat keyakinan diri yang relatif
serupa dalam menerapkan perilaku kesehatan reproduksi. Self-efficacy perilaku kesehatan
reproduksi pada kelompok intervensi meningkat menjadi kategori tinggi (100%) setelah
pemberian e-Modul berbasis Precede Proceed Model, sementara kelompok kontrol tidak
menunjukkan perubahan. Uji Wilcoxon dan Mann–Whitney menunjukkan perbedaan yang
signifikan (p = 0,001). Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan self-efficacy antara
kelompok yang diberikan e-modul dan kelompok yang tidak diberikan intervensi.
Diskusi : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja merupakan kelompok yang
memiliki potensi untuk mengembangkan self-efficacy dalam perilaku kesehatan
reproduksi apabila memperoleh akses terhadap informasi kesehatan yang terstruktur,
relevan, dan mudah dipahami melalui media edukasi digital seperti e- modul, sehingga
mampu memperkuat keyakinan diri mereka dalam memahami, mengambil keputusan, dan
menerapkan perilaku kesehatan reproduksi secara lebih bertanggung jawab.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 03:55 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 03:55 |
| URI: | https://repo.uds.ac.id/id/eprint/2781 |
