PEMBERIAN TERAPI JALAN TANDEM DALAM MENURUNKAN RESIKO JATUH PADA LANSIA MENGALAMI INSTABILIITY DI UPT PSTW BANYUWANGI

Ramadhani, Moh. Andriansyah (2026) PEMBERIAN TERAPI JALAN TANDEM DALAM MENURUNKAN RESIKO JATUH PADA LANSIA MENGALAMI INSTABILIITY DI UPT PSTW BANYUWANGI. Technical Report. Universitas dr. SOEBANDI, Jember.

[thumbnail of Abstrak Andre.pdf] Text
Abstrak Andre.pdf

Download (368kB)

Abstract

Pendahuluan : Penuaan merupakan suatu proses alamiah yang akan dialami oleh semua manusia pada saat lanjut usia dan merupakan masa terakhir dalam kehidupan. Lansia yang mengalami kemunduran akan dihadapkan dengan berbagai masalah kesehatan. Masalah kesehatan tersebut terjadi karena lansia mengalami berbagai perubahan fisik yang ditandai dengan kulit yang mengendur, pendengaran kurang jelas, penglihatan semakin memburuk, gerakan lambat, dan figur tubuh yang tidak proporsional. Dari proses penuaan yang telah dibahas sebelumnya diketahui bahwa lansia akan mengalami perubahan fungsional. Perubahan fungsional akibat menua terjadi pada fungsi fisiologi dan psikologis di antaranya adalah perubahan pada fungsi sensori, neurologi, kognitif, dan musculoskeletal.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pengalaman yang benar-benar nyata dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien lansia yang mengalami Instability masalah risiko jatuh di UPT PSTW Banyuwangi.
Metode: Studi kasus ini dilaukan dengan menggunakan rancangan one group pretest posttest. Ciri penelitian ini adalah tidak ada pembanding (kontrol), sedangkan untuk studi kasus ini menggunakan asuhan keperawatan dengan pendekatan pada lansia dengan pasien mengalai risiko jatuh dengan latihan jalan tandem.
Hasil : Jalan tandem dilakukan sebanyak seminggu tiga kali dan dilakukan sejauh 3 meter, pada setiap gerakan dilakukan selama 10 detik, untuk jalan tandem sendiri dilakukan selama 15-30 menit. Hasil intervensi pemberian jalan tandem pada lansia yang mengalami instability di PSTW Banyuwangi didapatkan Tn.N hasil sebelum diberikan intervensi dengan hasil TUGT (Time Up dan Go Test) nilai 27,49 dan setelah pemberian intervensi didapatkan nilai 22 detik. Tn. J sebelum diberikan intervensi hasil TUGT (Time Up dan Go Test) didapatkan nilai 24,30 dan setelah pemberian didapatkan nilai 20 detik. Terdapat pengaruh pemberian terapi jalan tandem pada lansia yang mengalami instability

Item Type: Monograph (Technical Report)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 06 May 2026 04:15
Last Modified: 06 May 2026 04:15
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/2816

Actions (login required)

View Item
View Item