STUDI ETNOFARMASI PEMANFAATAN TANAMAN SEBAGAI OBAT PADA 3 DESA DI KECAMATAN GRUJUGAN KABUPATEN BONDOWOSO

Aedalillah, Siti Nuur (2026) STUDI ETNOFARMASI PEMANFAATAN TANAMAN SEBAGAI OBAT PADA 3 DESA DI KECAMATAN GRUJUGAN KABUPATEN BONDOWOSO. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstrak Siti Nuur Aedalillah.pdf] Text
Abstrak Siti Nuur Aedalillah.pdf

Download (306kB)

Abstract

ABSTRAK Etnofarmasi merupakan suatu pendekatan yang ditekankan untuk menggali serta menginventaris pengetahuan pada masyarakat lokal suatu etnis atau kelompok tentang penggunaan tanaman berkhasiat obat. Penelitian ini dapat dijadikan pengetahuan baru pada masyarakat di 3 desa Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso dalam pemanfaatan tanaman sebagai obat. Masyarakat juga dapat mengenal jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat, proses pembuatan, dan cara penggunaan ramuan obat secara tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif–deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur, populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 7.102 masyarakat dengan besar sampel 99 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Tercatat 16 jenis tanaman yang disebutkan oleh masyarakat diantaranya kunyit (Curcuma longa), Sambung nyawa (Gynura procumbens). Sambiloto (Andrographis paniculata), Bawang putih (Allium sativum), Sembung (Blumea balsamifer), Alpukat (Parsea americana), Brotowali (Tinospora carispa), Sirih (Piper betle), Kenanga (Cananga odorata), Bambu tali (Gigantochola apus), Pepaya jantan (Carica papaya), Beluntas (Pluchea indica), Mimba (Azadirachta indica), Tapak Liman (Elephantopus scaber), Kucing-kucingan (Acalypha indica), dan Kantil (Michelia alba). Hasil dari penelitian dihitung menggunakan parameter Use Value (UV) dengan nilai tertinggi tanaman kunyit sebesar (0,42), Fidelity Level (FL) menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan tertinggi untuk mengobati penyakit yaitu diantaranya tapak liman memiliki nilai FL penuh sebesar (100%). Informant Concensus Factor (ICF) menunjukkan bahwa menurut masyarakat di lokasi penelitian penyakit yang paling sering diobati menggunakan ramuan yang berasal dari tanaman yaitu batuk berdahak. Adapula cara penggunaan serta cara pengolahan tanaman yang paling umum digunakan yaitu dengan cara direbus lalu diminum air rebusannya. Penelitian ini juga disebutkan bahwa bagian tanaman yang paling sering digunkan oleh masyarakat adalah bagian daunnya. Masyarakat masih aktif dalam menggunakan tanaman sebagai obat untuk upaya pencegah maupun penyembuhan penyakit ringan hingga sedang secara mandiri. Praktik tersebut membuktikan bahwa pengetahuan tradisional masih sangat melekat pada masyarakat dan diperlukan pelestarian pengetahuan lokal serta validasi ilmiah terhadap tanaman yang digunakan untuk mendukung pengembangan dalam pelestarian layanan kesehatan berbasis herbal.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 09 Jun 2026 02:27
Last Modified: 09 Jun 2026 02:27
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/2842

Actions (login required)

View Item
View Item