Yasa, Merry (2026) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KESEPIAN PADA LANSIA DI DESA DUKUH MENCEK KEC. SUKORAMBI KAB. JEMBER BERDASARKAN:THEORY FUNCTIONAL CONSEQUENCES. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.
Abstrak Merry Yasa.pdf
Download (200kB)
Abstract
Latar Belakang: Kesepian adalah permasalahan psikososial yang kerap dihadapi lanjut usia berdampak pada kondisi sehat jasmani maupun kognitif. Dalam Theory Functional Consequences, kesepian muncul akibat interaksi antara perubahan proses penuaan dan faktor risiko fisik, psikologis, sosial, serta spiritual. Peningkatan jumlah lansia menjadikan masalah ini perlu mendapat perhatian, terutama yang berkaitan dengan kualitas hidup, kondisi psikososial, serta batin. Tujuan: Tujuan pengkajian ini adalah memahami unsur-unsur yang berperan terhadap munculnya kesepian dalam lanjut usia. Metode: kajain tersebut menerapkan pendekatan kuantitatif melalui metode cross-sectional. Total subjek pada kajian sejumlah 1.311 lansia, melalui subjek 93 partisipan yang ditentukan memakai tahap cluster random sampling. Proses penghimpunan informasi dilaksanakan lewat interview terstruktur memakai beberapa instrumen, yaitu UCLA Loneliness Scale Version 3, angket kualitas hidup, dan kuesioner psikososial dan spiritual. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa memakai analisa univariat serta bivariat lewat tes regresi logistik. Hasil: Hasil pengkajian mengindikasikan yakni mayoritas lansia berada pada kategori kesepian sedang (41,9%), dengan kualitas hidup pada kategori baik (55,9%) dan kondisi psikososial serta spiritual pada kategori kurang (62,4%). Hasil analisa bivariat mengindikasikan terdapatnya keterkaitan yang bermakna diantara kualitas hidup melalui derajat kesepian kepada usia lanjut (p < 0,05). Faktor psikososial dan spiritual juga diketahui memiliki pengaruh signifikan terhadap kesepian lansia (p < 0,05). Sementara itu, analisis multivariat memperlihatkan bahwa kualitas hidup bersama faktor psikososial dan spiritual secara simultan berkontribusi signifikan terhadap tingkat kesepian pada lansia (p < 0,05). Kualitas hidup merupakan faktor paling dominan berdasarkan nilai Wald (4,932; p = 0,026). Nilai Odds Ratio menunjukkan kualitas hidup sebesar 0,816 dan psikososial serta spiritual sebesar 0,814, dengan koefisien negatif yang menunjukkan bahwa peningkatan kedua variabel tersebut berkaitan kepada penurunan derajat kesepian dalam
usia lanjut. Kesimpulan: Kesepian pada usia lanjut dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensional, terutama kualitas hidup,
psikososial, dan spiritual. Peningkatan dukungan sosial, keterlibatan dalam aktivitas spiritual, serta pemeliharaan kualitas hidup lansia perlu terus dikembangkan sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kesepian pada kelompok
lanjut usia.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 03:47 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 03:47 |
| URI: | https://repo.uds.ac.id/id/eprint/2845 |
