HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OVERWEIGHT PADA REMAJA DI SMPN 11 JEMBER

Qotrinnada, Fatimah (2026) HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OVERWEIGHT PADA REMAJA DI SMPN 11 JEMBER. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstrak Fatimah Q..pdf] Text
Abstrak Fatimah Q..pdf

Download (218kB)

Abstract

Latar belakang : Overweight merupakan dampak yang berkaitan erat dengan konsumsi fast food yang sering
dan adanya penurunan aktivitas fisik terutama pada remaja. Masa remaja berada pada fase pertumbuhan yang
rentan terhadap perubahan gaya hidup, dalam mengkonsumsi fast food dan penurunan aktivitas fisik.
Kurangnya aktivitas fisik serta mengkonsumsi fast food yang sering menjadikan ketidakseimbangan antara
energi yang masuk dan keluar sehingga meningkatkan terjadinya overweight pada remaja. Tujuan penelitian
: Untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight
pada remaja di SMPN 11 Jember. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.
Teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Jumlah sampel sebanyak 87 siswa/siswi. Pemilihan
kelas menggunakan wheel of names dan didapatkan 3 kelas secara acak yakni kelas VIIB, VIIC dan
VIII E. Hasil : dari 87 responden, sebagian besar responden memiliki frekuensi konsumsi fast food
pada kategori jarang sebanyak (57,5%). Sebagian besar responden memiliki aktivitas sedang sebanyak
(75,9%) dan terdapat sebagian kecil remaja yang mengalami overweight yakni (23%). Hasil analisis uji chisquare
pada hubungan frekuensi konsumsi fast food dengan kejadian overweight menunjukkan nilai P-value
0,010 < � 0,05, sedangkan pada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian overweight menunjukkan nilai pvalue
0,471 > � 0,05 Kesimpulan : Dari hasil penelitian menunujukkan adanya hubungan antara frekuensi
konsumsi fast food dengan kejadian overweight pada remaja. Sementara pada aktivitas fisik dengan kejadian
overweight tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Implikasi yang dapat dilakukan perawat
ialah fokus kepada intervensi meliputi primer (pencegahan) mengenai edukasi lemak trans dan natrium pada
fast food, sekunder (skrinning) melalui pemantauan grafik IMT secara rutin di UKS serta penanganan tersier
(rehabilitasi) yaitu pendampingan diet bagi siswa yang sudah tergolong overweight. Dalam hal ini sekolah
dapat berkolaborasi dengan puskesmas terdekat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 22 Jun 2026 04:38
Last Modified: 22 Jun 2026 04:38
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/2861

Actions (login required)

View Item
View Item