HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DAN PERILAKU SELF-HARM PADA REMAJA DI SMPN 14 JEMBER

Noerholisah, Siti (2026) HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DAN PERILAKU SELF-HARM PADA REMAJA DI SMPN 14 JEMBER. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstrak Lisa.pdf] Text
Abstrak Lisa.pdf

Download (428kB)

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak - anak menuju dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik dan psikologis. Pada masa ini, remaja mulai mencari dan membentuk jati diri sehingga menjadi lebih rentan terhadap berbagai permasalahan dan rentan mengalami ketidakstabilan emosi Ketidakmampuan dalam meregulasi emosi secara adaptif dapat memicu munculnya perilaku maladaptif, salah satunya adalah self-harm, yaitu tindakan menyakiti diri sendiri sebagai bentuk pelampiasan emosi negatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan perilaku self-harm pada remaja di SMPN 14 Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan jenis penelitian korelasional. Sampel penelitian berjumlah 150 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi dan Self Harm Inventory (SHI) untuk mengukur perilaku self-harm. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi data dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hamper setengah responden memiliki regulasi emosi dalam kategori sangat rendah (35,3%) dan rendah (34,7%). Perilaku self-harm didominasi Sebagian besar berada pada kategori berat (51,3%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,508, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dan perilaku self-harm. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dan perilaku self-harm pada remaja. Semakin rendah kemampuan regulasi emosi, semakin tinggi kecenderungan perilaku self-harm. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan regulasi emosi sebagai langkah untuk menekan perilaku selfharm pada remaja.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 24 Jun 2026 02:09
Last Modified: 24 Jun 2026 02:09
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/2866

Actions (login required)

View Item
View Item