HUBUNGAN ANTARA TOXIC RELATIONSHIP DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA DI SMKN 1 JEMBER

Ulfania, Hana (2026) HUBUNGAN ANTARA TOXIC RELATIONSHIP DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA DI SMKN 1 JEMBER. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstrak Hana.pdf] Text
Abstrak Hana.pdf

Download (146kB)
[thumbnail of Abstrak Hana U..pdf] Text
Abstrak Hana U..pdf

Download (135kB)

Abstract

Latar Belakang : Remaja merupakan kelompok usia yang sedang berada pada fase transisi menuju kedewasaan, yang ditandai dengan proses pembentukan identitas dan perkembangan hubungan interpersonal. Pada periode ini, remaja berisiko mengalami toxic relationship, yaitu hubungan yang mengandung pola interaksi tidak sehat, seperti manipulasi, kontrol berlebihan, serta kekerasan emosional, psikologis, dan fisik. Hubungan yang tidak sehat tersebut dapat berdampak negatif terhadap kondisi kesehatan mental remaja, termasuk meningkatkan risiko stres, kecemasan, depresi, rendahnya harga diri, serta berbagai gangguan psikologis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara toxic relationship dengan kesehatan mental pada remaja di SMKN 1 Jember.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional melalui desain cross-sectional. Populasi penelitian mencakup 396 siswa kelas XI SMKN 1 Jember, dengan 80 responden yang ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner Toxic Relationship dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji Chi-Square guna mengidentifikasi hubungan antara toxic relationship dan kesehatan mental remaja.
Hasil : Hail penelitian berdasarkan menunjukkan bahwa hampir setengah responden berusia 16 tahun sebanyak 37 responden (46,3%) dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 54 responden (80,0%). Kemudian sebagian besar responden mengalami toxic relationship sebanyak 45 responden (56,3%), sedangkan 35 responden (43,8%) tidak mengalami tocxic relationship. Dan kesehatan mental responden mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 34 responden (42,5%), kategori baik sebanyak 33 responden (41,3%), dan kategori terganggu sebanyak 13 responden (16,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05) dengan nilai koefisien kontigensi (C) sebesar 0,426 yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan hubungan sedang antara toxic relationship dengan kesehatan mental pada remaja. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara toxic relationship dan kesehatan mental pada remaja. Pengalaman berada dalam hubungan yang tidak sehat berpotensi meningkatkan risiko munculnya masalah kesehatan mental. Oleh sebab itu, diperlukan strategi pencegahan yang komprehensif melalui edukasi tentang relasi yang sehat, keterlibatan aktif keluarga dan sekolah dalam memberikan dukungan, serta layanan pendampingan psikologis guna mendukung terpeliharanya kesehatan mental remaja secara optimal.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 24 Jun 2026 04:20
Last Modified: 24 Jun 2026 07:09
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/2870

Actions (login required)

View Item
View Item