Ramadhani, Sava Nurlela (2026) HUBUNGAN PERNIKAHAN USIA DINI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH PUSKESMAS ARJASA. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.
Abstrak Sava.pdf
Download (317kB)
Abstract
Latar belakang: Anemia pada wanita hamil dan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi tantangan kesehatan yang dapat dipengaruhi oleh pernikahan usia muda . Kehamilan pada usia muda meningkatkan meningkatkan kemungkinan terjadi anemia pada ibu hamil dan berdampak pada lahirnya bayi BBLR. Data di Wilayah Kerja Puskesmas Arjasa menunjukkan kejadian Pernikahan Usia Dini sebesar 34,2%, anemia pada ibu hamil 9,11%, dan bayi BBLR 37,5%. Tingginya angka tersebut menunjukkan perlunya penelitian mengenai hubungan pernikahan usia dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan bayi BBLR.. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan pernikahan usia dinj dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan bayi BBLR di Wilayah Puskesmas Arjasa Metode: penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan lintas potongl. Populasi penelitian ini terdiri dari seluruh ibu nifass menggunakan teknik pengambilan sampling total dengan jumlah 30 responden. Data didapatkan dengan kriteria inklusi. Data diperoleh dari buku kohort ibu serta lembar observasi yang berisi usia saat menikah, kadar (Hb) dan berat badan bayi saat lahir. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square yang memiliki nilai signifikansi sebesar < 0.05. Hasil: temuan menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara mengalami anemia selama kehamilan, di mana responden (63,3%) mengalami kondisi ini, dan sebagian besar bayi tidak berada dalam kategori BBLR, yaitu 24 responden (80,0%). Analisis menggunakan uji statistik fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa tidak terdapat keterkaitan antara pernikahan usia dini dan kejadian anemia pada ibu hamil nilai p-value= 0,156 α (>0,05). Selain itu juga tidak ada keterkaitan antara pernikahan usai dini dengan bayi BBLR dengan nilai p-value = 0,571 α (>0,05) maka tidak ada keterkaitan yang signifikan antara pernikahan usai dini dengan kejadian anemia ibu hamil serta bayi BBLR dikalangan ibu nifas. Kesimpulan: study ini menunjukkan bahwa pernikahan usia dini tidak secara langsung mmepengaruhi anemia maupun BBLR, ada beberapa faktor yang mempengaruhi yakni, kunjungan ANC, kepatuhan dalam konsumsi tablet Fe, paritas ibu, dan kebutuhan nutrisi pada saat masa kehamilan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 02:37 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 02:37 |
| URI: | https://repo.uds.ac.id/id/eprint/2925 |
