Saatdatnurrahma, Bramanta (2026) PERBEDAAN POSISI ELEVASI EKSTREMITAS BAWAH 30° TERHADAP KESTABILAN MEAN ARTERIAL PRESSURE DAN HEART RATE PASIEN PASCA INDUKSI ANESTESI SPINAL. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.
Abstrak Bramanta.pdf
Download (391kB)
Abstract
Latar Belakang: Anestesi spinal sering menimbulkan hipotensi akibat blokade serabut eferen vasomotor simpatis, serta bradikardi karena peningkatan tonus parasimpatis dan penurunan aktivitas baroreseptor. kondisi ini dianggap sebagai komplikasi serius yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas perioperatif pada pasien dengan anestesi spinal. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan posisi elevasi untuk mempertahankan kestabilan khususnya pada Mean Atrerial Pressure dan Heart Rate pasien spinal anestesi. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest untuk menilai perbedaan elevasi ekstremitas bawah dengan posisi datar dan 30° terhadap MAP dan HR. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji paired t-test jika data berdistribusi normal, atau uji Wilcoxon Signed Rank Test jika tidak normal, dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai Mean Arterial Pressure dan Heart Rate setelah dilakukan elevasi ekstremitas bawah 30°. Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest pada MAP dan HR (p < 0,05). Kesimpulan: Elevasi ekstremitas bawah dengan posisi 30° terbukti lebih efektif dalam mempertahankan Mean Arterial Pressure dan Heart Rate, pada pasien dengan anestesi spinal. Intervensi ini dapat direkomendasikan mencegah hipotensi dan bradikardi pada pasien anestesi spinal.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 03:01 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 03:01 |
| URI: | https://repo.uds.ac.id/id/eprint/2996 |
