Mumtaz, Jauzaaun Nabilah (2026) FORMULASI SEDIAAN CAIR EKSTRAK ALBEDO DURIAN JAMBEARUM SEBAGAI OBAT ANTIHIPERTENSI MELALUI PENGHAMBATAN ACE DAN CAV1.1 SECARA IN SILICO. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.
Abstrak Jauzaa'un Nabilah Mumtaz.pdf
Download (271kB)
Abstract
Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan
prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Penggunaan obat antihipertensi seperti
inhibitor Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) dan calcium channel blocker terbukti
efektif, namun dapat menimbulkan efek samping seperti batuk kering, pusing, jantung
berdebar, dan hipotensi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi berbasis bahan alam.
Albedo kulit durian Jambearum (Durio zibethinus Murr.) diketahui mengandung berbagai
senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antihipertensi serta dapat
dikembangkan dalam bentuk sediaan sirup untuk meningkatkan kemudahan penggunaan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa aktif albedo kulit durian
Jambearum yang berpotensi sebagai antihipertensi melalui penghambatan reseptor ACE
dan Cav1.1 secara in silico, serta memformulasikan ekstraknya menjadi sediaan sirup dan
mengevaluasi karakteristik fisiknya.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak albedo
kulit durian diperoleh menggunakan metode dekokta dan dianalisis menggunakan GCMS.
Analisis in silico meliputi penyaringan senyawa berdasarkan Lipinski's Rule of Five,
validasi molecular docking, molecular docking terhadap reseptor ACE (PDB ID: 1UZF)
dan Cav1.1 (PDB ID: 6JP5), serta prediksi ADMET menggunakan pkCSM. Ekstrak
kemudian diformulasikan menjadi tiga formula sirup, yaitu F1 (12,5%), F2 (25%), dan F3
(50%). Seluruh formula dievaluasi meliputi organoleptik, pH, kejernihan, dan stabilitas
menggunakan metode cycling test.
Hasil: Validasi molecular docking menunjukkan nilai RMSD sebesar 0,68 Å pada
reseptor ACE dan 1,55 Å pada reseptor Cav1.1 sehingga metode dinyatakan valid.
Analisis GC-MS mengidentifikasi 12 senyawa, dengan 23 senyawa memenuhi kriteria
Lipinski. Senyawa catechin menunjukkan afinitas terbaik terhadap reseptor ACE dengan
binding energy −9,15 kkal/mol, sedangkan dehydronuciferine memiliki afinitas terbaik
terhadap reseptor Cav1.1 dengan binding energy −7,28 kkal/mol. Evaluasi sediaan
menunjukkan Formula F2 (25%) memiliki mutu fisik dan stabilitas terbaik dengan pH
6,85 serta tidak mengalami perubahan organoleptik maupun kejernihan selama empat
siklus pengujian.
Kesimpulan: Albedo kulit durian Jambearum (Durio zibethinus Murr.) berpotensi
sebagai kandidat antihipertensi berdasarkan analisis in silico melalui penghambatan
reseptor ACE dan Cav1.1. Ekstrak albedo kulit durian berhasil diformulasikan menjadi
sediaan sirup, dengan Formula F2 (25%) sebagai formula terbaik berdasarkan hasil
evaluasi karakteristik fisik dan stabilitas.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 02:05 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 02:05 |
| URI: | https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3027 |
