STUDI KASUS: PENERAPAN PURSED LIP BREATHING (PLB) TERHADAP PENURUNAN SESAK NAPAS PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI RUANG ANTORIUM RSD dr. SOEBANDI JEMBER

Ambami, Arifa (2026) STUDI KASUS: PENERAPAN PURSED LIP BREATHING (PLB) TERHADAP PENURUNAN SESAK NAPAS PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI RUANG ANTORIUM RSD dr. SOEBANDI JEMBER. Technical Report. Perpustakaan Universitas dr. SOEBANDI, Jember.

[thumbnail of Abstrak Amba.pdf] Text
Abstrak Amba.pdf

Download (323kB)

Abstract

Latar belakang : Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) saat ini menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas kronis di seluruh dunia, banyak orang menderita penyakit ini selama bertahun-tahun dan meninggal sebelum waktunya atau akibat komplikasinya. Pada 2021, terdapat 213,39 juta kasus prevalensi PPOK global, tahun 2023 prevalensi PPOK di Indonesia mencapai 3 9,2 juta jiwa yang mengalami PPOK, di Jawa Timur sendiri sebanyak 2,7 juta jiwa per tahun dan di kabupaten Jember mencapai 5,6%. PPOK diawali dari dua faktor utama yang memiliki pengaruh signifikan yakni kebiasaan merokok dan paparan polusi udara. Secara patologis PPOK akan mengakibatkan sesak napas, sesak nafas terjadi akibat gangguan ventilasi saluran pernafasan dan menurunnya kemampuan fungsi kerja otot-otot pernafasan. Strategi penatalaksanaan PPOK mencakup rehabilitasi paru yang telah terbukti menurunkan sesak nafas dan meningkatkan kapasitas kerja, salah satunya dengan pursed lip breathing (PLB). Metode : Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus yang dilakukan di Ruang Antorium RSD dr. Soebandi pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi. Subjek penelitian 1 pasien dengan diagnosa medis PPOK. Data dianalisis dengan menggunakan analisis naratif dan dibandingkan dengan teori yang ada. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan latihan Pursed Lip Breathing selama 4 hari berturut-turut, 3 kali dalam sehari pada pagi, siang dan sore, selama 10 menit terjadi penurunan tingkat sesak napas pada Tn. S.R. Kesimpulan : Pursed lip breathing yang dilakukan pada pasien PPOK diperoleh adanya pengaruh efektivitas pernapasan pasien dibuktikan dengan adanya penurunan skor respiration rate dan peningkatan saturasi oksigen yang dilakukan selama 4 hari berturut-turut. Saran : Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengkombinasikan terapi pursed lip breating dengan intervensi lain dalam rehabilitasi paru, sehingga dapat diketahui efektivitas terapi pursed lip breaathing jika dikombinasikan dengan terapi lain dalam meningkatkan kondisi pasien penyakit paru obstruksi kronis (PPOK).

Item Type: Monograph (Technical Report)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 10 Aug 2026 05:52
Last Modified: 10 Aug 2026 05:55
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3064

Actions (login required)

View Item
View Item