HUBUNGAN BERAT BAYI BARU LAHIR DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATERUM di RUANG PERINATOLOGI RS BHAYANGKARA LUMAJANG

Anggraeni, Dwi Putri (2026) HUBUNGAN BERAT BAYI BARU LAHIR DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATERUM di RUANG PERINATOLOGI RS BHAYANGKARA LUMAJANG. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstrak Dwi Put.pdf] Text
Abstrak Dwi Put.pdf

Download (427kB)

Abstract

Latar Belakang: Adaptasi biologis radikal pada neonatus dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin sering kali memicu komplikasi medis, salah satunya ikterus neonatorum. Masalah klinis akibat hiperbilirubinemia ini memiliki prevalensi tinggi di Asia. Urgensi utama dari kondisi ini adalah risiko terjadinya hiperbilirubinemia ekstrem yang dapat menembus sawar darah otak, memicu kernikterus (ensefalopati bilirubin) yang berdampak pada kecacatan permanen hingga kematian. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) diduga kuat sebagai determinan utama karena imaturitas fungsi organ hati dalam mengonjugasi bilirubin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan berat bayi baru lahir dengan kejadian ikterus neonatorum di Ruang Perinatologi RS Bhayangkara Lumajang.
Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik melalui pendekatan retrospective study. Populasi penelitian mencakup seluruh bayi baru lahir yang dirawat di Ruang Perinatologi RS Bhayangkara Lumajang periode 1 November–31 Desember 2025 yang berjumlah 217 bayi. Sampel sebanyak 68 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan perhitungan rumus Slovin. Data dikumpulkan dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square pada program SPSS.
Hasil: Mayoritas responden lahir dengan Berat Bayi Lahir Cukup (BBLC) sebanyak 55 bayi (80,9%), sedangkan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) sebanyak 13 bayi (19,1%). Angka kejadian ikterus neonatorum tergolong tinggi, dialami oleh 43 bayi (63,2%). Seluruh bayi pada kelompok BBLR secara absolut (100%) mengalami ikterus neonatorum. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05) yang membuktikan adanya hubungan signifikan antar variabel.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara berat bayi baru lahir dengan kejadian ikterus neonatorum di Ruang Perinatologi RS Bhayangkara Lumajang. Perawat diharapkan meningkatkan pemantauan kadar bilirubin intensif, khususnya pada kelompok bayi dengan riwayat BBLR guna mencegah komplikasi fatal.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 24 Aug 2026 02:27
Last Modified: 24 Aug 2026 02:27
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3131

Actions (login required)

View Item
View Item