Agustin, Amalia (2026) PERBANDINGAN NILAI GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS SEBELUM DAN SESUDAH PELAKSANAAN SENAM KAKI DIABETES DI RUANG KUMBOLO RS BHAYANGKARA LUMAJANG. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.
Abstrak Amal.pdf
Download (438kB)
Abstract
Latar Belakang dan Tujuan (Introduction): Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin, yang diperburuk oleh kurangnya aktivitas fisik. Jika kadar gula darah terus tinggi dan tidak terkontrol, pasien berisiko mengalami komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular, neuropati, retinopati, hingga luka gangren yang berujung pada amputasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah pelaksanaan senam kaki diabetes di RS Bhayangkara Lumajang.
Metode (Methods): Penelitian kuantitatif eksperimental ini menggunakan rancangan One-Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 30 responden pasien DM yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi senam kaki diabetes dilakukan selama 15 menit, 2 kali sehari selama 3 hari. Kadar GDA diukur sebelum dan sesudah intervensi, lalu data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test.
Hasil dan Pembahasan (Results and Discussion): Mayoritas responden berusia 45–59 tahun (80%), berjenis kelamin perempuan (60%), berpendidikan SD (46,7%), dan tidak rutin berolahraga (83,3%). Sebelum intervensi, nilai median GDA responden adalah 175,0 mg/dl (rata-rata 169,53 mg/dl) dan menurun menjadi 162,5 mg/dl (rata-rata 153,13 mg/dl) setelah intervensi. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4.787 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Aktivitas fisik ini merangsang translokasi GLUT-4 sehingga glukosa masuk ke sel otot tanpa bergantung pada insulin. Pada penderita Diabetes Melitus yang mengalami resistensi insulin, kontraksi otot ekstremitas bawah saat melakukan senam kaki memicu aktivasi enzim AMP-activated Protein Kinase (AMPK) dan peningkatkan kalsium intraseluler. Proses ini merangsang translokasi GLUT-4 dari sitoplasma menuju membran sel otot secara tanpa tergantung pada insulin (insulin-independent). Terpasangnya GLUT-4 pada membran sel meningkatkan daya serap otot
4
terhadap glukosa dari pembuluh darah untuk diubah menjadi energi, sehingga secara efektif menurunkan konsentrasi gula dalam darah
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 07:14 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 07:14 |
| URI: | https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3169 |
