PENGARUH PEMBERIAN MADU TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL TIFOID YANG DIINDUKSI Salmonella typhimurium

Aufa, Neng Jaza'ul (2026) PENGARUH PEMBERIAN MADU TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL TIFOID YANG DIINDUKSI Salmonella typhimurium. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstrak NengJa.pdf] Text
Abstrak NengJa.pdf

Download (366kB)

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Salmonella typhimurium dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah trombositopenia akibat proses inflamasi dan gangguan pembentukan trombosit. Penggunaan antibiotik sebagai terapi utama berpotensi menyebabkan resistensi bakteri sehingga diperlukan alternatif terapi alami. Madu diketahui memiliki kandungan flavonoid, senyawa fenolik, vitamin, mineral, serta enzim antioksidan yang berpotensi meningkatkan jumlah trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu terhadap jumlah trombosit pada tikus putih (Rattus norvegicus) model tifoid yang diinduksi Salmonella typhimurium. Penelitian ini menggunakan desain pre test – post test with control group desain dengan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan yang diberikan madu konsentrasi 15%, 25%, dan 35%. Pemeriksaan jumlah trombosit dilakukan menggunakan Hematology Analyzer. Analisis data diawali dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene. Karena data tidak terdistribusi normal namun homogen, analisis dilanjutkan menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Dunn. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah trombosit setelah perlakuan pada kelompok kontrol negatif, kontrol positif, madu konsentrasi 15%, 25%, dan 35% berturut-turut sebesar 926,667; 587,800; 869,400; 989,833; dan 803,333 sel/mm3. Uji Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan yang bermakna antar kelompok (p=0,020). Uji lanjut Dunn menunjukkan perbedaan signifikan terdapat pada kelompok madu konsentrasi 15% dibandingkan kontrol positif (p=0,013) dan kontrol negatif (p=0,005). Kelompok yang diberikan madu konsentrasi 25% menunjukkan rata-rata jumlah trombosit tertinggi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian madu berpengaruh terhadap jumlah trombosit pada tikus putih (Rattus norvegicus) model tifoid yang diinduksi S. typhimurium dengan konsentrasi 25% menunjukkan hasil peningkatan jumlah trombosit paling optimal.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 03 Sep 2026 03:02
Last Modified: 03 Sep 2026 03:02
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3214

Actions (login required)

View Item
View Item