Masruroh, Ummi (2026) ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE (COC) PADA NY. “W” DI TPMB Bdn. YULIA INDARTI, S.Tr.Keb. KABUPATEN JEMBER. Technical Report. Perpustakaan Universitas dr. SOEBANDI, Jember.
Sinopsis Umi Mas.pdf
Download (606kB)
Abstract
Pelayanan kebidanan meliputi kesehatan ibu dan anak mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan keluarga berencana yang diberikan secara berkesinambungan (continuity of care/COC). Dengan adanya asuhan berkelanjutan, kondisi ibu dan bayi dapat terpantau secara optimal serta meningkatkan kepercayaan ibu terhadap tenaga kesehatan karena adanya hubungan yang berkesinambungan. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara continuity of care menggunakan manajemen kebidanan dengan pendekatan SOAP. Asuhan diberikan pada Ny. “W” G1P0A0 mulai dari kehamilan trimester III, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana, yang dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2026 sampai 14 Maret 2026 di TPMB, Puskesmas, rumah pasien, dan fasilitas kesehatan lanjutan. Pada masa kehamilan, ibu usia 23 tahun dengan usia kehamilan 36 minggu dalam kondisi fisiologis dengan keluhan sering merasakan kenceng (his palsu). Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi ibu dan janin baik dengan KSPR 2 (risiko rendah). Asuhan meliputi edukasi ketidaknyamanan kehamilan, cara mengatasi his palsu, serta persiapan persalinan. Pada masa persalinan, usia kehamilan 38 minggu, ibu datang dengan keluhan keluar rembesan cairan dari jalan lahir dan didiagnosis inpartu kala I fase laten dengan ketuban pecah dini (KPD), kemudian dirujuk ke rumah sakit. Persalinan berlangsung normal (spontan) dan bayi lahir tanggal 02 Februari 2026 dalam kondisi sehat, cukup bulan, berat badan 2900 gram dan panjang badan 51 cm. Pada masa neonatus, bayi mengalami penurunan berat badan dalam batas normal dan selanjutnya meningkat sesuai usia. Masa nifas berjalan baik, meskipun pada hari ke-4 ibu mengeluh nyeri luka jahitan dan ASI sedikit, namun kondisi tersebut fisiologis dan membaik setelah diberikan asuhan. Pada kunjungan nifas berikutnya tidak ditemukan masalah. Ibu menjadi akseptor KB suntik 3 bulan pada hari ke-40 postpartum. Secara keseluruhan, asuhan kebidanan berlangsung normal tanpa komplikasi dan ibu mampu merawat diri serta bayinya secara mandiri. Diharapkan setelah diberikan asuhan secara berkesinambungan, ibu dapat mempertahankan perilaku hidup sehat serta menerapkan asuhan yang telah diberikan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
| Item Type: | Monograph (Technical Report) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 02:01 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 02:01 |
| URI: | https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3223 |
