STUDI KASUS IMPLEMENTASI TERAPI NON FARMAKOLOGI AIR REBUSAN DAUN SALAM (Syzigium Polyanthum)DALAM PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PADA KELUARGA Ny. E DENGAN HIPERTENSI DI DESA CANDIJATI KECAMATAN ARJASA

Pangestu, Elok (2026) STUDI KASUS IMPLEMENTASI TERAPI NON FARMAKOLOGI AIR REBUSAN DAUN SALAM (Syzigium Polyanthum)DALAM PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PADA KELUARGA Ny. E DENGAN HIPERTENSI DI DESA CANDIJATI KECAMATAN ARJASA. Technical Report. Perpustakaan Universitas dr. SOEBANDI, Jember.

[thumbnail of Abstrak L.pdf] Text
Abstrak L.pdf

Download (224kB)

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Pengendalian hipertensi tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis. Salah satu terapi herbal yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah adalah air rebusan daun salam (Syzygium polyanthum) yang mengandung flavonoid, tanin, dan minyak atsiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi terapi nonfarmakologi air rebusan daun salam dalam pengendalian tekanan darah pada keluarga Ny. E dengan hipertensi di Desa Candijati. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami hipertensi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi selama tiga kali kunjungan rumah pada tanggal 21–23 Oktober 2025. Intervensi meliputi edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, pemantauan tekanan darah, serta pemberian air rebusan daun salam sebanyak 125 ml dua kali sehari selama tiga hari. Hasil: Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah Ny. E dari 140/100 mmHg menjadi 130/80 mmHg, dengan nilai MAP menurun dari 113 mmHg menjadi 96,7 mmHg. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan keluarga mengenai hipertensi, perubahan perilaku kesehatan berupa pengurangan konsumsi garam, kemampuan keluarga membuat rebusan daun salam secara mandiri, serta berkurangnya keluhan pusing dan mudah lelah. Diskusi: Implementasi terapi nonfarmakologi air rebusan daun salam memberikan hasil positif dalam membantu pengendalian tekanan darah. Pendekatan ini dapat menjadi terapi komplementer yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan keluarga pada pasien hipertensi. Rekomendasi: Air rebusan daun salam dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang memberikan kontribusi dalam membantu pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Penggunaannya perlu disertai edukasi kesehatan, perubahan pola hidup, pemantauan tekanan darah secara berkala, serta kepatuhan terhadap terapi farmakologis sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Item Type: Monograph (Technical Report)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 04 Sep 2026 03:55
Last Modified: 04 Sep 2026 03:55
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3229

Actions (login required)

View Item
View Item