Sulistyawati, Sulistyawati (2026) ANALISIS FAKTOR KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SUMBERJAMBE. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.
Abdstrak Suli.pdf
Download (406kB)
Abstract
Pendahuluan: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang kompleks dan multidimensional yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, pengetahuan, pola konsumsi, dan karakteristik reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sumberjambe Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang berada atau tercatat di wilayah kerja Puskesmas Sumberjambe Jember, yang berjumlah 830 orang dan tersebar di sembilan desa, yaitu Sumberjambe, Rowosari, Gunungmalang, Cumedak, Randuagung, Sumberpakem, Plerean, Pringgondani, dan Jambearum. Sampel sebanyak 270 responden dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data variabel independen meliputi karakteristik sosiodemografi, tingkat pengetahuan, pola makan, dan paritas yang diperoleh melalui kuesioner. Variabel dependen berupa kejadian KEK ditentukan berdasarkan hasil pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) yang didokumentasikan dalam lembar observasi. Analisis univariat dilakukan menggunakan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji chi-square, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik dengan interval kepercayaan 95% (95% CI). Hasil: penelitian menunjukkan bahwa 56,3% ibu hamil mengalami KEK. Sebanyak 53,7% responden memiliki pola makan dalam kategori buruk, 65,2% memiliki tingkat pengetahuan kurang, dan paritas multipara merupakan kategori yang paling dominan (50,4%). Analisis: pola makan, tingkat pengetahuan, dan paritas berhubungan secara bermakna dengan kejadian KEK (p<0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa ibu hamil dengan pola makan buruk memiliki risiko mengalami KEK sebesar 4,962 kali dibandingkan dengan ibu hamil yang memiliki pola makan baik. Ibu hamil dengan tingkat pengetahuan kurang memiliki risiko mengalami KEK sebesar 3,560 kali dibandingkan dengan ibu yang memiliki tingkat pengetahuan baik. Sementara itu, kategori paritas yang dianalisis memiliki risiko mengalami KEK sebesar 0,448 kali dibandingkan dengan kelompok referensi, atau menunjukkan risiko 55,2% lebih rendah dibandingkan kelompok referensi. Kesimpulan: Pola makan, tingkat pengetahuan, dan paritas merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Pola makan buruk menjadi faktor risiko terkuat, diikuti oleh tingkat pengetahuan kurang. Saran: Intervensi pencegahan KEK perlu dilakukan secara komprehensif melalui edukasi gizi, perbaikan pola makan, pemantauan status gizi secara berkala, serta pendekatan berbasis komunitas dan multisektoral.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 06:32 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 06:32 |
| URI: | https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3232 |
