HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN SOSIAL BUDAYA DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN IBU HAMIL K1 MURNI DI WILAYAH PUSKESMAS SUMBERBARU JEMBER

Abriana, Stefany Mega (2026) HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN SOSIAL BUDAYA DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN IBU HAMIL K1 MURNI DI WILAYAH PUSKESMAS SUMBERBARU JEMBER. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstrak Stefany Mega Abriana.pdf] Text
Abstrak Stefany Mega Abriana.pdf

Download (272kB)

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan kunjungan antenatal care (ANC) K1 murni sebagai indikator deteksi dini risiko kehamilan masih rendah dan dipengaruhi berbagai faktor termasuk tingkat pendidikan dan nilai sosial budaya. Tingkat pendidikan merupakan determinan kognitif yang memengaruhi kemampuan ibu hamil dalam mengakses, memahami, dan mengaplikasikan informasi kesehatan, sedangkan nilai sosial budaya merupakan determinan normatif yang membentuk persepsi dan keyakinan masyarakat terhadap urgensi pemeriksaan kehamilan pada trimester awal. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan nilai sosial budaya dengan kepatuhan kunjungan K1 murni serta faktor yang paling berpengaruh pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberbaru Jember. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 92 ibu hamil K1 murni dari populasi 120 orang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dianalisis dengan uji Chi-square, Fisher's exact test, dan regresi logistik biner (α=0,05). Hasil: Mayoritas responden berpendidikan rendah (26,1%), memiliki nilai sosial budaya tinggi (54,3%), dan tidak patuh kunjungan K1 murni (64,1%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (OR=3,4; 95% CI: 2,0–5,8; p<0,001) dan nilai sosial budaya (OR=0,039; 95% CI: 0,012–0,131; p<0,001) dengan kepatuhan kunjungan K1 murni. Analisis multivariat menunjukkan pendidikan rendah meningkatkan risiko ketidakpatuhan 1,975 kali (AOR=1,975; 95% CI: 1,065–3,596; p=0,031) dan nilai sosial budaya tinggi meningkatkan risiko ketidakpatuhan 10,53 kali (AOR=0,095; 95% CI: 0,024–0,379; p=0,001). Kesimpulan: Nilai sosial budaya merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi ketidakpatuhan kunjungan K1 murni pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sumberbaru Jember. Saran: Diperlukan edukasi kesehatan bagi ibu hamil berpendidikan rendah dan pendekatan berbasis budaya lokal melibatkan tokoh masyarakat guna meningkatkan kepatuhan kunjungan K1 murni.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 16 Sep 2026 05:34
Last Modified: 16 Sep 2026 05:34
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3320

Actions (login required)

View Item
View Item