PENERAPAN KOMBINASI PIJAT OKSITOSIN DAN BREAST CARE TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI RUANG RENGGANIS RSUD dr.ABDOER RAHEM SITUBONDO

Bila, Silvia Salsa (2026) PENERAPAN KOMBINASI PIJAT OKSITOSIN DAN BREAST CARE TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI RUANG RENGGANIS RSUD dr.ABDOER RAHEM SITUBONDO. Technical Report. Perpustakaan Universitas dr. SOEBANDI, Jember.

[thumbnail of Abstrak Silvia.pdf] Text
Abstrak Silvia.pdf

Download (368kB)

Abstract

Latar Belakang: Ketidaklancaran produksi Air Susu Ibu (ASI) pada hari-hari pertama masa
nifas sering kali menjadi hambatan utama dalam keberhasilan program laktasi eksklusif.
Tantangan ini umumnya dipicu oleh stres fisik, kelelahan pascapersalinan, serta intensitas
nyeri yang menghambat pelepasan hormon oksitosin. Penatalaksanaan komplementer melalui
kombinasi pijat oksitosin dan breast care secara teoritis mampu menstimulasi refleks prolaktin
dan let-down reflex secara simultan. Tujuan: Untuk menganalisis penerapan kombinasi pijat
oksitosin dan breast care terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas dibandingkan
dengan kelompok kontrol di Ruang Rengganis RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo.Metode:
Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus deskriptif analitik dengan pendekatan
komparatif (Evidence-Based Nursing). Subjek penelitian berjumlah 4 orang ibu nifas
pervaginam dengan diagnosis keperawatan Menyusui Tidak Efektif yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dibagi menjadi dua kelompok: kelompok
intervensi (2 pasien: Ny. A dan Ny. R.M) yang diberikan kombinasi pijat oksitosin dan breast
care dua kali sehari, serta kelompok kontrol (2 pasien: Ny. W dan Ny. F) yang hanya menerima
asuhan breast care mandiri sesuai standar ruangan. Intervensi dan observasi dilakukan selama
3 hari rawatan dengan instrumen spuit/gelas ukur untuk memantau volume ASI (cc) secara
kuantitatif. Hasil: Pada hari pertama rawatan, seluruh subjek memiliki volume ASI awal 0
hingga <2 cc. Setelah 3 hari pemantauan, kelompok intervensi menunjukkan peningkatan
volume produksi ASI yang sangat signifikan dan eksponensial, mencapai >40 cc pada Ny. A
dan >50 cc pada Ny. R.M disertai pancaran aliran (let-down reflex) yang sangat kuat.
Sebaliknya, kelompok kontrol menunjukkan kemajuan yang lambat, di mana pada hari ketiga
volume ASI hanya mencapai 10–15 cc dengan karakteristik aliran yang masih menetes lambat.
Kesimpulan: Penerapan inovasi komplementer kombinasi pijat oksitosin dan breast care
terbukti secara klinis jauh lebih efektif, holistik, dan cepat dalam merangsang pengeluaran
serta meningkatkan volume produksi ASI pada ibu nifas pascapersalinan pervaginam
dibandingkan dengan penerapan perawatan breast care tunggal. Terapi ini direkomendasikan
untuk diintegrasikan ke dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) rutin asuhan keperawatan
maternitas di ruang nifas.

Item Type: Monograph (Technical Report)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 22 Sep 2026 02:29
Last Modified: 22 Sep 2026 02:29
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3347

Actions (login required)

View Item
View Item