PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP FREKUENSI MENYUSU PADA BAYI 0-6 BULAN DI TPMB “F” SUKORAMBI

Amaliyah, Fitriatul (2026) PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP FREKUENSI MENYUSU PADA BAYI 0-6 BULAN DI TPMB “F” SUKORAMBI. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstrak Fitri.pdf] Text
Abstrak Fitri.pdf

Download (297kB)

Abstract

Latar Belakang: ASI merupakan sumber gizi yang yang sangat ideal bagi bayi. Cakupan ASI eksklusif secara global (WHO, 2021) sebesar 44% dari target 50%, di Indonesia (2023) 63,9%, di Jawa Timur (2024) 67,4%, dan di Kabupaten Jember (2024) 57,03%. Studi pendahuluan di TPMB “F” Sukorambi menunjukkan dari 15 bayi, 60% menerima ASI eksklusif, 26,67% memiliki frekuensi menyusu rendah, dan 13,33% memiliki durasi menyusu singkat. Rendahnya frekuensi menyusu yaitu kurang dari 8 kali dalam 24 jam dapat mengakibatkan penurunan tingkat keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Terapi pijat bayi merupakan salah satu stimulasi yang dapat meningkatkan aktivitas nervus vagus, melancarkan sistem pencernaan, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, serta meningkatkan frekuensi menyusu. Tujuan: Menganalisis pengaruh terapi pijat bayi terhadap frekuensi menyusu pada bayi usia 0-6 bulan di TPMB “F” Sukorambi. Metode: Penelitian quasi experiment dengan pretest-posttest with control group. Populasi sebanyak 32 bayi usia 0-6 bulan, dengan sampel 24 responden dipilih menggunakan purposive sampling yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil: Kelompok eksperimen sebelum diberikan intervensi diperoleh mayoritas responden dengan frekuensi menyusui yang cukup sebanyak 10 responden (76,9%) dan frekuensi menyusui kurang sebanyak 3 responden (23,1%). sesudah diberikan intervensi diperoleh sebagian besar responden dengan frekuensi menyusui yang cukup sebanyak 8 responden (61,5%) dan frekuensi menyusui sering sebanyak 5 responden (38,5%). Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan frekuensi menyusu yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,005), sedangkan kelompok kontrol tidak tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p=0,157). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan frekuensi yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,007). Kelompok intervensi memiliki nilai (mean rank 16,62), yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (mean rank 10,38). Kesimpulan: Terapi pijat bayi berpengaruh terhadap frekuensi menyusu pada bayi usia 0-6 bulan di TPMB “F” Sukorambi dan bermanfaat mendukung pencapaian ASI eksklusif. Saran: Pijat bayi dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi untuk meningkatkan frekuensi menyusu pada bayi usia 0-6 bulan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 23 Sep 2026 03:44
Last Modified: 23 Sep 2026 03:44
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3358

Actions (login required)

View Item
View Item