Hazizah, Nuril (2026) ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE (COC) PADA NY. “N” DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERJAMBE KABUPATEN JEMBER TAHUN 2026. Technical Report. Perpustakaan Universitas dr. SOEBANDI, Jember.
Sinopsis Nur Haz.pdf
Download (240kB)
Abstract
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama keberhasilan program kesehatan ibu di Indonesia. AKI di Indonesia tahun 2024 sebesar 173/100.000 KH, sedangkan di Jawa Timur tahun 2023 sebesar 96,42/100.000 KH. Kabupaten Jember mencatat penurunan AKI dari 43 kasus (2024) menjadi 27 kasus (2025). Laporan kasus ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (COC) pada Ny. "N" mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga KB menggunakan pendekatan SOAP di Puskesmas Sumberjambe. Metode studi kasus dengan pendekatan COC. Subjek Ny. "N" (G3P2A0) usia 31 tahun UK 38 minggu. Asuhan diberikan 22 April - 24 Juni 2026 melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil : kehamilan normal dengan IMT 23,6 kg/m² dan LILA 31 cm, ditemukan anemia ringan (Hb 9,5 gr/dL) yang ditangani dengan Fe, kalsium, dan MMS. Persalinan spontan 22 April 2026 pukul 18.05 WIB, kala I 5 jam. Pada kala I diterapkan terapi Sujok untuk mengurangi nyeri kontraksi (tekanan pada titik korespondensi di telapak tangan 30-60 detik setiap kontraksi) dikombinasikan hypnobreathing. Bayi lahir spontan, perempuan, BB 3.100 gram, PB 50 cm, APGAR 8. Manajemen aktif kala III baik, plasenta lengkap, tidak ada robekan jalan lahir, perdarahan ±150-200 cc, IMD berhasil. Bayi mendapat vitamin K1, salep mata, dan HB0. Nifas normal dengan 4 kali kunjungan. Involusi uterus baik, lochea berkembang sesuai tahapan tanpa infeksi. Bendungan ASI ringan hari ke-3 teratasi. Neonatus normal dengan 3 kali kunjungan, tali pusat lepas hari ke-5 tanpa infeksi. Berat badan belum meningkat hingga usia 8 hari, diberikan edukasi peningkatan frekuensi menyusu (8-12 kali/hari). Pada hari ke-42 postpartum, setelah konseling ABPK, ibu memilih KB suntik 3 bulan (DMPA) karena efektivitas tinggi, aman saat menyusui, tidak mengandung estrogen, dan mendapat dukungan suami. Asuhan COC pada Ny. "N" berlangsung fisiologis tanpa komplikasi berat. Terapi Sujok terbukti efektif mengurangi nyeri kontraksi. Pendekatan COC efektif dalam deteksi dini anemia, edukasi berkelanjutan, serta mendukung kelancaran proses kehamilan hingga KB. Diharapkan Ny. "N" memberikan ASI eksklusif 6 bulan, segera suntik KB sesuai jadwal, dan kontrol rutin ke fasilitas kesehatan.
| Item Type: | Monograph (Technical Report) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 07:37 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 07:37 |
| URI: | https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3370 |
