HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DEPO MEDROXY PROGESTERON ACETATE (DMPA) DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI DI TPMB ‘’F’’

Sarah, Ifa Diana (2026) HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DEPO MEDROXY PROGESTERON ACETATE (DMPA) DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI DI TPMB ‘’F’’. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstrak iFadi.pdf] Text
Abstrak iFadi.pdf

Download (217kB)

Abstract

Pendahuluan: Perubahan pola haid termasuk keluhan kesehatan reproduksi yang umum dijumpai pada
pengguna kontrasepsi hormonal, terutama Depo Medroxy Progesteron Acetate (DMPA), dan dapat
memengaruhi kondisi fisik, kejiwaan, serta kehidupan sosial penggunanya. Angka pemakaian DMPA
cukup tinggi baik di tingkat dunia (63%), nasional (42%), Provinsi Jawa Timur (±50%), maupun
Kabupaten Jember (165.626 peserta KB suntik). Survei awal di TPMB "F" terhadap 15 akseptor
mendapati 80% mengalami amenorea, 13,3% oligomenorea, dan 6,7% polimenorea. Tujuan: Mengkaji
keterkaitan antara durasi pemakaian KB suntik DMPA dan gangguan siklus haid pada akseptor di
TPMB "F". Metode: Riset ini bersifat kuantitatif dengan rancangan survei deskriptif analitik melalui
pendekatan cross sectional. Populasi mencakup seluruh pengguna KB suntik DMPA di TPMB "F" yang
berjumlah 51 orang, sedangkan sampel ditetapkan sebanyak 45 responden melalui perhitungan rumus
Slovin dan pengambilan sampel secara accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s
Exact Test pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil: Mayoritas responden, yaitu 30 orang (66,7%),
merupakan pengguna DMPA jangka panjang (>12 bulan), sementara 15 orang (33,3%) tergolong
jangka pendek (≤12 bulan). Gangguan menstruasi dialami oleh 36 responden (80,0%), sedangkan 9
responden (20,0%) tidak mengalaminya. Pada kelompok jangka panjang, seluruh 30 responden (100%)
mengalami gangguan haid, sementara pada kelompok jangka pendek hanya 6 dari 15 responden (40%)
yang mengalami gangguan dan 9 responden (60%) tidak. Analisis: Nilai p-value hasil uji Fisher’s Exact
Test sebesar 0,000, lebih kecil dari α = 0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan:
Ditemukan hubungan yang bermakna antara durasi penggunaan KB suntik DMPA dengan gangguan
menstruasi di TPMB "F". Saran: Guna menekan risiko gangguan haid, disarankan pemakaian DMPA
tidak melebihi 12 bulan (≤1 tahun) sebelum ada evaluasi ulang oleh petugas kesehatan bila akseptor
hendak melanjutkan pemakaian; selain itu perlu dilakukan konseling serta pemantauan siklus haid
secara berkala setiap 3 bulan, khususnya menjelang durasi 1–2 tahun, agar perubahan hormonal dapat
terdeteksi lebih dini dan penggantian metode kontrasepsi dapat dipertimbangkan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 30 Sep 2026 03:06
Last Modified: 30 Sep 2026 03:06
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3387

Actions (login required)

View Item
View Item