Masruroh, Handa Riyatul (2026) IDENTIFIKASI KETEPATAN DOSIS ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA NON PNEUMONIA DI PUSKESMAS X. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.
Abstrak Handa.pdf
Download (299kB)
Abstract
Latar Belakang: ISPA non pneumonia merupakan salah satu penyakit yang sering ditemukan di masyarakat dan menjadi penyebab kunjungan pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan studi pendahuluan, ISPA non pneumonia termasuk dalam 10 penyakit terbanyak di Puskesmas X dengan jumlah 266 kasus selama periode Januari–Desember 2025. Tingginya kejadian ISPA non pneumonia menyebabkan penggunaan antibiotik meningkat. Penggunaan antibiotik harus dilakukan secara rasional, salah satunya melalui pemberian dosis yang tepat. Ketidaktepatan dosis antibiotik dapat menyebabkan terapi kurang efektif dan meningkatkan risiko resistensi bakteri.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi ketepatan dosis penggunaan antibiotik pada pasien ISPA non pneumonia di Puskesmas X.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain retrospektif. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 160 pasien dengan teknik purposif sampling. Pengambilan data dilakukan melalui rekam medis pasien ISPA non pneumonia, kemudian ketepatan dosis antibiotik dievaluasi berdasarkan Formularium Puskesmas X. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 160 pasien ISPA non pneumonia yang diteliti, kelompok usia terbanyak adalah balita (0-5 tahun) sebanyak 46 pasien (28,8%). Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah amoksisilin dengan persentase (77%), diikuti ciprofloksasin (23%). Kekuatan dosis yang paling banyak digunakan adalah amoksisilin 500 mg dengan presentase (48,1%), amoksisilin 125 mg dengan persentase (18,8%) dan ciprofloksasin 500 mg dengan persentase (23,1%). Frekuensi yang paling banyak digunakan adalah tiga kali sehari dengan presentase (76,9%), sedangkan frekuensi dua kali sehari (23,1%). Hasil evaluasi ketepatan dosis menunjukkan bahwa sebanyak 160 pasien (100%) menerima dosis antibiotik yang tepat.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, seluruh pasien ISPA non pneumonia di Puskesmas X mendapatkan dosis antibiotik yang tepat.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 03:11 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 03:11 |
| URI: | https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3401 |
