STUDI ETNOMEDISIN DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT OLEH MASYARAKAT DI DESA KENDIT KABUPATEN SITUBONDO

Sadiyah, Halimatus (2026) STUDI ETNOMEDISIN DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT OLEH MASYARAKAT DI DESA KENDIT KABUPATEN SITUBONDO. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstrak Halimatus.pdf] Text
Abstrak Halimatus.pdf

Download (249kB)

Abstract

Latar Belakang: Etnomedisin merupakan kajian ilmiah untuk menggali dan
mendokumentasikan praktik pemanfaatan tanaman obat yang berkembang di
masyarakat. Pada masyarakat suku Madura di Desa Kendit, Kecamatan Kendit,
Kabupaten Situbondo, praktik pemanfaatan tanaman obat mulai mengalami
penurunan akibat pergeseran ke pengobatan modern, rendahnya keterlibatan
generasi muda, serta pengetahuan yang masih diwariskan secara lisan dan belum
terdokumentasi secara sistematis sehingga berpotensi menyebabkan hilangnya
pengetahuan tradisional tersebut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan tanaman obat
dalam pengobatan tradisional masyarakat suku Madura di Desa Kendit, Kecamatan
Kendit, Kabupaten Situbondo serta menganalisisnya menggunakan parameter
etnomedisin berupa UV, FL, ICF, dan PPV.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan
pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 98 responden masyarakat
suku Madura di Desa Kendit yang diperoleh menggunakan teknik snowball
sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian
dianalisis menggunakan parameter etnomedisin, yaitu UV, FL, ICF, dan PPV.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 17 jenis tanaman obat yang
dimanfaatkan oleh masyarakat suku Madura di Desa Kendit dalam pengobatan
tradisional. Tanaman dengan nilai Use Value (UV) tertinggi dibandingkan tanaman
lainnya yaitu jahe (Zingiber officinale) sebesar 0,255. Nilai Fidelity Level (FL)
tertinggi sebesar 100% ditemukan pada beberapa tanaman, yaitu mimba
(Azadirachta indica), belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), tanaman yodium
(Jatropha multifida), kitolod (Hippobroma longiflora), tapak liman (Elephantopus
scaber), katuk (Sauropus androgynus), dan sembukan (Paederia foetida). Nilai
Informant Consensus Factor (ICF) tertinggi diperoleh pada kategori mimisan, nyeri
sendi, dan perut kembung dengan nilai sebesar 1. Bagian tanaman yang paling
banyak dimanfaatkan yaitu daun dengan nilai Plant Part Value (PPV) sebesar 49%.
Cara pengolahan tanaman obat yang paling banyak dilakukan yaitu direbus sebesar
72%, sedangkan cara penggunaan yang paling banyak dilakukan yaitu diminum
sebesar 57%. Penelitian ini juga menemukan adanya kearifan lokal berupa penggunaan daun salam dalam jumlah ganjil yang dipercaya dapat meningkatkan manfaat pengobatan.
Kesimpulan: Masyarakat suku Madura di Desa Kendit masih memanfaatkan berbagai tanaman obat dalam pengobatan tradisional dan mempertahankan kearifan lokal yang berkaitan dengan penggunaannya. Analisis etnomedisin menunjukkan bahwa jahe merupakan tanaman yang paling sering dimanfaatkan oleh masyarakat, beberapa tanaman digunakan secara spesifik untuk keluhan tertentu, serta terdapat tingkat kesepakatan masyarakat yang tinggi dalam penggunaan tanaman obat pada beberapa kategori penyakit.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 06 Oct 2026 06:44
Last Modified: 06 Oct 2026 06:44
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3414

Actions (login required)

View Item
View Item