PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO NEUROPATI PERIFER (LAMA MENDERITA DM, KONTROL GLIKEMIK, DAN IMT) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI UPT PUSKESMAS JATIROTO

Ayuningtiyas, Kutri Riski (2026) PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO NEUROPATI PERIFER (LAMA MENDERITA DM, KONTROL GLIKEMIK, DAN IMT) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI UPT PUSKESMAS JATIROTO. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstrak Kutri.pdf] Text
Abstrak Kutri.pdf

Download (234kB)

Abstract

Introduction: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit metabolik
kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya neuropati
perifer diabetik. Neuropati perifer menjadi komplikasi mikrovaskular yang paling
sering ditemukan dan berpotensi menyebabkan penurunan kualitas hidup, ulkus
kaki diabetik, hingga amputasi apabila tidak dideteksi secara dini. Berbagai faktor
diduga berperan terhadap terjadinya neuropati perifer, di antaranya lama
menderita diabetes, kontrol glikemik yang buruk, dan status gizi yang diukur
melalui Indeks Massa Tubuh (IMT).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi neuropati perifer
serta menganalisis hubungan lama menderita Diabetes Melitus, kontrol glikemik,
dan Indeks Massa Tubuh dengan kejadian neuropati perifer pada pasien Diabetes
Melitus Tipe 2 di UPT Puskesmas Jatiroto Lumajang.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan jenis penelitian
korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 63
responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data neuropati
perifer diperoleh melalui pemeriksaan Monofilamen 10 g, sedangkan data lama
menderita DM, kontrol glikemik, dan karakteristik responden diperoleh melalui
rekam medis, wawancara, serta pengukuran antropometri. Analisis univariat
disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase, sedangkan analisis
bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.
Hasil: Hasil uji Chi Square diperoleh nilai p-value = 0,001 (p < 0,05), sehingga
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita
diabetes melitus dengan kejadian neuropati. nilai p-value = 0,043 (p < 0,05),
sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT
dengan kejadian neuropati. Nilai p-value = 0,007 (p < 0,05), sehingga
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar glukosa
darah dengan kejadian neuropati.
Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama seseorang menderita
3
Diabetes Melitus, semakin buruk kontrol glikemik, serta semakin tinggi Indeks Massa Tubuh, maka semakin besar risiko mengalami neuropati perifer. Temuan ini sejalan dengan teori patofisiologi neuropati diabetik yang menjelaskan bahwa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolik menyebabkan kerusakan mikrovaskular, stres oksidatif, serta disfungsi saraf perifer.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 13 Oct 2026 06:03
Last Modified: 13 Oct 2026 06:03
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3446

Actions (login required)

View Item
View Item