STUDI ETNOMEDISIN DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT OLEH SUKU MADURA DI PULAU MANDANGIN KABUPATEN SAMPANG

Putri, Novita Abellia (2026) STUDI ETNOMEDISIN DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT OLEH SUKU MADURA DI PULAU MANDANGIN KABUPATEN SAMPANG. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstrak Novita Abellia Putri.pdf] Text
Abstrak Novita Abellia Putri.pdf

Download (271kB)

Abstract

Latar Belakang: Etnomedisin merupakan salah satu cabang ilmu etnobotani yang mempelajari pengetahuan
masyarakat dalam memanfaatkan tanaman sebagai pengobatan tradisional berdasarkan pengalaman dan budaya
yang diwariskan secara turun-temurun. Permasalahan yang terjadi pada Suku Madura di Pulau Mandangin
Kabupaten Sampang adalah mulai menurunnya pengetahuan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap
pemanfaatan tanaman obat tradisional akibat perkembangan modernisasi dan meningkatnya penggunaan
pengobatan medis modern.
Tujuaan: Penelitian ini bertujuaan untuk mendokumentasikan dan mengumpulkan data tanaman obat, bagian
yang digunakan, cara penggunaan, cara pengelolahan, serta khasiat tanaman obat yang digunakan oleh Suku
Madura di Pulau Mandangin.
Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan analisa data kuantitatif dengan desain cross sectional,
menggunakan sampel 100 responden, dengan tehnik purposive sampling dan pengumpulan data menggunakan
kuesioner. Aanalisis data menggunakan parameter etnomedisin UV, ICF, FL, dan PPV
Hasil: Masyarakat memanfaatkan 24 tanaman obat dalam pengobatan tradisional. Nilai ICF tertinggi 1 seperti
asam lambung, asam urat gatal-gatal, luka dan mimisan. Nilai UV tertinggi yaitu kunyit (0,4). Nilai FL tertinggi
sebesar 100% kunyit untuk asam lambung. Nilai PPV tertinggi adalah daun (36,97%). Cara penggunaan hampir
seluruhnya dilakukan dengan cara diminum (89,50%) dan cara pengelolahan Sebagian besar yaitu direbus
(51,68%).
Kesimpulan: 24 jenis tanaman obat yang dimanfaatkan dan dipercaya khasiatnya oleh masyarakat Suku Madura.
Nilai ICF hampir seluruhnya dengan nilai tertinggi yaitu 1. Nilai UV kunyit tertinggi hampir setengahnya dengan
nilai 0,40. Nilai FL tertinggi sebesar 100% menunjukan bahwa mayoritas informan yang menyebutkan tanaman
tersebut digunkan untuk pengobatan yang sama seperti asam madura. Bagian tanaman hampir setengahnya
digunakan adalah daun dengan nilai PPV sebesar 36,97%. Cara penggunaan tanaman obat hampir seluruhnya
dilakukan dengan cara diminum sebesar 89,50%. Cara pengolahan tanaman obat sebagian besar dengan cara
direbus sebesar 51,69%.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 14 Oct 2026 03:33
Last Modified: 14 Oct 2026 03:33
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3458

Actions (login required)

View Item
View Item