ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA MELALUI TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DAN INSOMNIA PADA TN. E DENGAN RIWAYAT HIPERTENSI DI DESA CANDIJATI KEC. ARJASA

Kamal, Faiqotul Hindana Laila (2026) ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA MELALUI TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DAN INSOMNIA PADA TN. E DENGAN RIWAYAT HIPERTENSI DI DESA CANDIJATI KEC. ARJASA. Technical Report. Perpustakaan Universitas dr. SOEBANDI, Jember.

[thumbnail of Abstrak Faiq.pdf] Text
Abstrak Faiq.pdf

Download (748kB)

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi secara klinis didefinisikan sebagai nilai tekanan darah melebihi
140/90 mmHg yang terjadi secara persisten. Data pelayanan puskesmas Kabupaten Jember
tahun 2020 mencatat sebanyak 741.735 orang menderita hipertensi, serta penelitian
terdahulu menyebutkan bahwa 80% dari 511 pasien hipertensi di Puskesmas Arjasa disertai
komplikasi. Hipertensi yang tidak terkontrol memicu terjadinya komplikasi seperti insomnia.
Terapi non-farmakologis dapat menjadi pilihan terapi komplementer karena mudah
dilakukan, salah satunya yaitu terapi relaksasi otot progresif. Metode tersebut terbukti
meningkatkan kinerja saraf parasimpatis yang bermanfaat dalam penanganan hipertensi
disertai insomnia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan tekanan darah dan
gangguan insomnia setelah diberikan asuhan keperawatan keluarga melalui penerapan terapi
relaksasi otot progresif pada Tn. E dengan riwayat hipertensi. Metode: Penelitian ini
menggunakan rancangan studi kasus deskriptif dengan pendekatan keperawatan keluarga
pada penderita hipertensi. Klien dan keluarga diedukasi tentang penerapan terapi relaksasi
otot progresif yang dilakukan sebanyak 2 (dua) kali sehari pada pagi dan sore selama 3 (tiga)
hari. Observasi dilakukan saat pre intervensi pada pada hari Senin, post intervensi pada hari
Selasa, Rabu dan Kamis melalui pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan
penghitungan skor ISI (Insomnia Severity Index). Hasil: Setelah dilakukan intervensi terjadi
penurunan tekanan darah dan perbaikan derajat keparahan insomnia secara bertahap.
Tekanan darah Tn. E menurun dari 160/90 mmHg menjadi 150/80 mmHg, sedangkan derajat
insomnia sedang menurun menjadi non-insomnia. Diskusi: Berdasarkan hasil penelitian
disimpulkan bahwa intervensi penerapan terapi relaksasi otot progresif dapat dijadikan
sebagai salah satu pilihan terapi komplementer non-farmakologis bagi penderita hipertensi
yang disertai keluhan insomnia.

Item Type: Monograph (Technical Report)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 14 Oct 2026 05:58
Last Modified: 14 Oct 2026 05:58
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3461

Actions (login required)

View Item
View Item