APLIKASI TEORI KENYAMANAN KOLCABA PADA ANAK DENGAN GANGGUAN PERNAFASAN DI RUANG RAWAT INAP ANAK (MAS ALIT) RSUD BLAMBANGAN

Ramadanti, Nafi Fauziyah Eka Dini (2026) APLIKASI TEORI KENYAMANAN KOLCABA PADA ANAK DENGAN GANGGUAN PERNAFASAN DI RUANG RAWAT INAP ANAK (MAS ALIT) RSUD BLAMBANGAN. Technical Report. Perpustakaan Universitas dr. SOEBANDI, Jember.

[thumbnail of Abstrak Nafik Fau.pdf] Text
Abstrak Nafik Fau.pdf

Download (718kB)

Abstract

Latar Belakang: Infeksi saluran pernapasan bawah, khususnya bronkopneumonia, tetap menjadi penyebab utama hospitalisasi dan mortalitas pada anak di bawah lima tahun. Anak yang dirawat sering kali mengalami distres pernapasan akut serta stres hospitalisasi yang signifikan, sehingga memerlukan pendekatan asuhan keperawatan yang komprehensif dan holistik demi meningkatkan kenyamanan pasien.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan laporan studi kasus (case report) yang membandingkan dua pasien anak usia 1–5 tahun dengan diagnosis medis bronkopneumonia di Ruang Rawat Inap Anak (Mas Alit) RSUD Blambangan. Aplikasi Teori Kenyamanan Kolcaba diintegrasikan selama tiga hari perawatan, dengan pemberian intervensi fisik berupa pengaturan posisi (positioning: semi-pronasi dan semi-recumbent), yang dikombinasikan dengan intervensi sosiokultural melalui edukasi (coaching) orang tua serta pemberian benda penenang (comfort object).
Hasil : Pengkajian awal menunjukkan kedua pasien mengalami gangguan bersihan jalan napas tidak efektif, takipnea, dan rewel (kondisi discomfort). Setelah tiga hari intervensi, pasien kelompok intervensi (An. A) menunjukkan akselerasi pemulihan yang sangat optimal: sesak napas berkurang drastis, laju pernapasan turun ke batas normal (24 x/menit), suara napas ronkhi bersih, dan saturasi oksigen mencapai 99% pada udara ruangan (room air). Sebaliknya, pasien kelompok kontrol (An. AD) yang dirawat dengan posisi supinasi standar menunjukkan pemulihan yang lebih lambat, di mana suara ronkhi minimal masih terdengar di lapang paru murni karena efek pengobatan medis standar.
Kesimpulan : Penerapan asuhan keperawatan berbasis Teori Kolcaba terbukti efektif meningkatkan kenyamanan pasien anak secara holistik serta mengoptimalkan bersihan jalan napas. Meskipun pengelolaan kenyamanan lingkungan kurang optimal akibat kondisi bangsal kelas 3 yang padat dan bising, kegagalan tersebut berhasil dikompensasi dengan baik melalui optimalnya dukungan sosiokultural dari orang tua yang mandiri. Pendekatan multidimensi ini berhasil membawa anak mencapai tingkat kenyamanan tertinggi, yaitu fase Transcendence, sehingga sangat direkomendasikan sebagai standar asuhan keperawatan anak dengan gangguan pernapasan.

Item Type: Monograph (Technical Report)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 16 Oct 2026 06:53
Last Modified: 16 Oct 2026 06:53
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3483

Actions (login required)

View Item
View Item