ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER

Kinanti, Alwiya (2026) ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstraks Alwiya Kinanti.pdf] Text
Abstraks Alwiya Kinanti.pdf

Download (272kB)

Abstract

Latar Belakang: Penyakit GGK dan hipertensi saling berkaitan erat dan dapat memperburuk kondisi satu sama lain. Studi penelitian menyatakan bahwa 80,2% penderita GGK memiliki penyakit penyerta hipertensi. GGK ditandai dengan menurunnya fungsi ginjal selama lebih dari 3 bulan dan umumnya memerlukan pengobatan jangka panjang dengan beberapa macam obat (polifarmasi). Polifarmasi pada pasien GGK berpotensi meningkatkan risiko interaksi obat yang dapat membahayakan kondisi klinis pasien.
Tujuan: Menganalisis potensi interaksi obat antihipertensi pada pasien GGK di RSD dr. Soebandi Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Pemihan sampel dilakukan menggunakan teknik random sampling. Sampel terdiri dari 100 pasien dengan diagnosa GGK dengan penyakit penyerta hipertensi maupun lainnya. Analisis data secara univariat menggunakan microsoft excel.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, golongan antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah ARB sejumlah 93 resep (30,9%) dengan jenis obat terbanyak adalah candesartan sejumlah 87 resep (30,9%). Berdasarkan pola penggunaan antihipertensi, peresepan paling banyak adalah kombinasi tiga obat sebanyak 42 resep (42%). Pada penggunaan obat non-antihipertensi, asam folat menjadi obat yang paling banyak digunakan, yaitu sebanyak 69 resep (22,70%). Potensi interaksi sesama antihipertensi ditemukan sejumlah 103 interaksi (41,04%) dengan kategori terbanyak adalah moderate sejumlah 97 interaksi (38,65%), sedangkan potensi interaksi antara antihipertensi dengan non-antihipertensi ditemukan sejumlah 148 interaksi (58,96%) dengan kategori terbanyak juga moderate sejumlah 142 interaksi (56,57%).
Kesimpulan: Berdasarkan hasil dan pembahasan analisis potensi interaksi baik interaksi sesama obat antihipertensi dan antihipertensi dengan obat lain, kurang dari setengahnya merupakan interaksi sesama antihipertensi dan sisanya lebih dari setengahnya berupa interaksi antara antihipertensi dengan obat lain, dimana keduanya hampir seluruhnya berada pada kategori moderate.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 19 Oct 2026 02:44
Last Modified: 19 Oct 2026 02:44
URI: https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3496

Actions (login required)

View Item
View Item