Septiana, Ulfa Dwi (2026) PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI 1:2 DAN 2:1 EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica) DAN DAUN NILAM (Pogostemon cablin) TERHADAP Cutibacterium acnes ATCC 11828. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.
Abstrak Ulf.pdf
Download (371kB)
Abstract
Latar Belakang: Jerawat (acne vulgaris) adalah kondisi peradangan kronis yang terjadi pada unit pilosebasea dan dapat berkaitan dengan pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes. Pemakaian antibiotik dalam jangka panjang untuk mengatasi jerawat dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri terhadap antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan bahan alam sebagai alternatif dalam penanganan jerawat perlu dilakukan. Daun beluntas (Pluchea indica) dan daun nilam (Pogostemon cablin) merupakan tanaman yang berpotensi dikembangkan karena mengandung berbagai metabolit sekunder yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol kombinasi daun beluntas (Pluchea indica) dan daun nilam (Pogostemon cablin) dengan rasio 1:2 dan 2:1 terhadap pertumbuhan Cutibacterium acnes ATCC 11828.
Metode: Kombinasi 1:2 dan 2:1 ekstrak daun beluntas dan daun nilam diperoleh dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Skrining fitokimia dilakukan dengan metode KLT. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran, dilusi cair, dan dilusi padat.
Hasil: Hasil skrining ekstrak etanol kombinasi 1:2 dan 2:1 daun beluntas dan daun nilam mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Uji aktivitas antibakteri metode difusi sumuran menunjukkan zona hambat terbesar yaitu konsentrasi 75% pada kombinasi 1:2 dan kombinasi 2:1. Analisis Two-Way ANOVA menunjukkan bahwa kombinasi, konsentrasi, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap diameter zona hambat (p<0,05). Pada metode dilusi, nilai KHM diperoleh pada konsentrasi 75% untuk kedua kombinasi, sedangkan nilai KBM hanya pada kombinasi 2:1 pada konsentrasi 75%.
Kesimpulan: Ekstrak etanol kombinasi daun beluntas dan daun nilam memiliki aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes dengan zona hambat terbesar yaitu pada kombinasi 1:2 dan 2:1 konsentrasi 75%. Nilai KHM diperoleh pada kedua kombinasi pada konsentrasi 75%, sedangkan nilai KBM hanya dicapai oleh kombinasi 2:1 pada konsentrasi
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 06:38 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 06:38 |
| URI: | https://repo.uds.ac.id/id/eprint/3519 |
