Besari, Putri Rahmatika Reyhan (2025) KAJIAN POTENSI INTERAKSI OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT PARU JEMBER. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.
Abstrak_Putri Rahmatika RB.pdf
Download (222kB)
Abstract
Latar belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan
oleh Mycobacterium tuberculosis. Pada profil Dinas Kesehatan tahun 2024, orang terduga
tuberkulosis di Kabupaten Jember mencapai 35.030. Terapi lini pertama TB paru yakni
menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Penggunaan OAT dalam jumlah besar serta
penggunaan bersama dengan obat non-OAT dapat berpotensi menimbulkan efek samping
dan interaksi obat yang signifikan. Interaksi obat dapat menyebabkan penurunan efektivitas
terapi, peningkatan toksisitas, atau munculnya efek farmakologis yang tidak diinginkan.
Penelitian ini krusial untuk mengidentifikasi dan mengelola potensi interaksi obat pada
pasien TB paru di RS Paru Jember demi meningkatkan efektivitas dan keamanan
pengobatan.
Tujuan: Mengetahui potensi interaksi obat pada pasien TB paru di Rumah Sakit Paru
Jember periode 2024.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasi dan
bersifat retrospektif. Populasi penelitian adalah pasien TB paru yang mendapatkan OAT di
RS Paru Jember selama periode Januari – Desember 2024, dengan jumlah populasi awal
sebanyak 1.032 pasien berdasarkan studi pendahuluan. Teknik pengambilan sampel
dilakukan menggunakan simple random sampling, dan berdasarkan perhitungan rumus
Slovin, diperoleh 91 sampel yang akan diteliti. Pengumpulan data dilakukan melalui rekam
medis pasien, kemudian dianalisis secara teoritis menggunakan Medscape Drug
Interaction Checker dan disusun menggunakan Microsoft Excel serta data ditampilkan
dalam bentuk frekuensi dan persentase.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel menerima obat
antituberkulosis dan non-obat antituberkulosis. Hasil kajian potensi interaksi obat
menunjukkan bahwa 100% sampel berpotensi mengalami interaksi. Sebanyak 91 sampel
didapatkan 484 kasus potensi interaksi obat. Potensi interaksi obat menunjukkan pada
tingkat keparahan interaksi major sejumlah 194 kasus (40,08%), tingkat keparahan
moderate sejumlah 165 kasus (33,88%), dan tingkat keparahan minor sejumlah 126 kasus
(26,03%).
Kesimpulan: Terdapat potensi interaksi obat pada seluruh sampel dengan tingkat
keparahan yang paling tinggi yaitu pada interaksi major.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 24 Dec 2025 06:53 |
| Last Modified: | 24 Dec 2025 06:53 |
| URI: | http://repo.uds.ac.id/id/eprint/2701 |
