Safitri, Widya Dewi (2025) PERBEDAAN PELAKSANAAN POSYANDU ILP (INTEGRASI LAYANAN PRIMER) SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PELATIHAN KADER KESEHATAN. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.
Abstrak Widya.pdf
Download (412kB)
Abstrak Widya.pdf
Download (412kB)
Abstract
Latar Belakang: Kementerian Kesehatan memperkenalkan program Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan yang menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan sepanjang siklus kehidupan. Keberadaan Posyandu ILP merupakan salah satu langkah strategis yang diambil untuk meningkatkan mutu serta memperluas akses pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pelaksanaan posyandu ILP sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan kader kesehatan.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest–Posttest. Sampel penelitian terdiri atas enam posyandu yang berada di Desa Sumber Tengah, dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Dalam penelitian ini, pelatihan kader kesehatan ditetapkan sebagai variabel independen, sedangkan pelaksanaan Posyandu ILP berperan sebagai variabel dependen. Pengukuran pelaksanaan Posyandu ILP dilakukan menggunakan lembar observasi yang memuat sepuluh indikator, yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Pengolahan data dilakukan melalui analisis bivariat untuk mengidentifikasi perbedaan dalam pelaksanaan ILP Posyandu sebelum dan setelah pelatihan tenaga kesehatan. Uji statistik yang digunakan dalam analisis ini adalah Uji Wilcoxon Signed Rank.
Hasil: Observasi pelaksanaan posyandu ILP yang dilakukan pada 6 posyandu menunjukkan sebelum dilakukan pelatihan kader kesehatan mendapatkan skor 2 dari 10 indikator pelaksanaan posyandu ILP (tidak sesuai). Sedangkan pelaksanaan posyandu ILP sesudah dilakukan pelatihan kader kesehatan mendapatkan skor 9 dari 10 indikator pelaksanaan posyandu ILP (sesuai). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam pelaksanaan posyandu ILP sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan kader kesehatan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p sebesar 0,014 (p < 0,05).
Diskusi: Temuan peneliti menunjukkan bahwa dengan dilakukan penilaian setiap 6 bulan terhadap kader kesehatan tentang 25 kompetensi kader dinilai efektif untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan posyandu ILP sesuai dengan standar.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 30 Dec 2025 02:15 |
| Last Modified: | 30 Dec 2025 02:15 |
| URI: | http://repo.uds.ac.id/id/eprint/2703 |
