Fiqri, Muhammad Ainul (2026) PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT DAN DAGING LIDAH BUAYA (Aloe Vera) DENGAN METODE Ultrasonic Assisted Extraction TERHADAP Propionibacterium acnes. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.
Abstrak Nul Fik.pdf
Download (810kB)
Abstract
Latar Belakang: jerawat (Acne Vulgaris) merupakan gangguan peradangan kronis yang umum
terjadi pada unit pilosebase. Jerawat dapat menyebabkan masalah psikologis yang parah dan
memberikan luka yang membekas. Salah satu penyebab dari jerawat yang paling umum diketahui
yaitu infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Jerawat biasanya diobati dengan antibiotik, tetapi
seiring meningkatnya resistensi antibiotik, pengobatan baru telah diciptakan. Lidah buaya, yang
telah terbukti mengandung zat antibakteri seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin, merupakan
salah satu obatnya.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi profil komponen ekstrak etanol 96%
dari kulit dan daging lidah buaya (Aloe vera), memastikan aktivitas antibakteri ekstrak terhadap
Propionibacterium acnes, dan membandingkan aktivitas penghambatan ekstrak terhadap
Propionibacterium acnes.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental
laboratorium melalui pengamatan langsung terhadap lima kelompok perlakuan dan sampel: kontrol
positif (klindamisin), kontrol negatif (DMSO), ekstrak daging lidah buaya pada konsentrasi 25%,
50%, dan 75%, serta ekstrak kulit lidah buaya pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75%. Metode
ekstraksi yang digunakan adalah Ekstraksi Berbantuan Ultrasonik (UEA), dengan pelarut etanol
96%. Skrining fitokimia dilakukan menggunakan metode tabung reaksi. Aktivitas antibakteri
dievaluasi menggunakan metode difusi sumur.
Hasil: Kedua sampel ekstrak kulit dan daging lidah buaya mengandung senyawa aktif seperti
alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Ekstrak daging lidah buaya dan ekstrak kulit lidah buaya
memiliki aktivitas zona hambat yang kuat yaitu dengan kisaran 11-19 mm. Hasil perbandingan
aktivitas antibakteri antara ekstrak kulit dan daging lidah buaya menggunakan metode analisis Two-
Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antara dua fator yaitu jenis ekstrak dan konsentrasi
ekstrak
Kesimpulan: Ekstrak etanol 96% daging dan kulit lidah buaya mengandung senyawa metabolit
sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Ekstrak etanol 96% daging dan kulit lidah buaya
mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Adanya perbedaan signifikan
kekuatan aktivitas antibakteri dipengaruhi oleh jenis ekstrak dan variasi konsentrasi ekstra di mana
ekstrak kulit lidah buaya memiliki aktivitas antibakteri yang lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak
dagingnya dan peningkatan konsentrasi ekstrak menghasilakn zona hambat antibakteri yang lebih
besar
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 06:13 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 06:13 |
| URI: | http://repo.uds.ac.id/id/eprint/2706 |
