Rosi, Fathor (2026) MANAJEMEN SUHU TUBUH TERHADAP PENCEGAHAN HIPOTERMIA PASCA OPERASI MENGGUNAKAN TERAPI CAIRAN HANGAT (NaCl 0.9%) DI RUANG ICU RS BHAYANGKARA BONDOWOSO. Technical Report. Perpustakaan Universitas dr. SOEBANDI, Jember.
Abstrak Fathor.pdf
Download (304kB)
Abstract
Hipotermia pasca operasi masih sering terjadi dan menjadi masalah penting di berbagai rumah sakit. Sebagian besar penelitian berfokus pada metode pemanasan eksternal, seperti forced-air warming system dan selimut pemanas, sementara penggunaan terapi cairan hangat masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian cairan hangat (NaCl 0,9%) dalam mencegah hipotermia pada pasien pasca operasi. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan case study. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang disusun peneliti untuk menilai efektivitas terapi cairan hangat terhadap pencegahan hipotermia pasca operasi. Hasil: Suhu tubuh dipantau selama 24 jam. Suhu tubuh meningkat bertahap dari 35,2°C menjadi 35,8°C, kemudian 36,2°C, hingga mencapai 36,5°C pada evaluasi akhir. Rata-rata peningkatan suhu sebesar 0,43°C menunjukkan bahwa hipotermia berhasil teratasi. Diskusi: Terapi cairan hangat terbukti efektif meningkatkan suhu tubuh pasien dari kondisi hipotermia menuju normotermia serta menjaga kestabilannya. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian cairan hangat dapat menjadi metode nonfarmakologis yang efektif dalam pencegahan hipotermia pasca operasi. Saran: Terapi cairan hangat dapat dipertimbangkan sebagai intervensi rutin oleh tenaga kesehatan pada pasien pasca operasi untuk mencegah hipotermia.
| Item Type: | Monograph (Technical Report) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 07:58 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 08:25 |
| URI: | https://repo.uds.ac.id/id/eprint/2962 |
