POLA PENGGUNAAN OBAT HERBAL DAN OBAT TERBATAS UNTUK MENGATASI FLU DAN BATUK DI DUSUN DENOK WETAN

Pramesti, Regita Anggi Olivia (2025) POLA PENGGUNAAN OBAT HERBAL DAN OBAT TERBATAS UNTUK MENGATASI FLU DAN BATUK DI DUSUN DENOK WETAN. Other thesis, Universitas dr. SOEBANDI.

[thumbnail of Abstrak Regita.pdf] Text
Abstrak Regita.pdf

Download (522kB)

Abstract

Latar Belakang: Flu dan batuk merupakan gejala umum Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA) yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Pengobatan umumnya dilakukan melalui swamedikasi dengan obat bebas terbatas dan herbal tradisional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan kedua jenis obat tersebut pada masyarakat dusun denok wetan, mencakup jenis, frekuensi, sumber perolehan, dan kebiasaan penggunaannya. Data epidemiologis menunjukkan prevalensi ISPA tinggi, sementara penggunaan obat OTC seperti Mixagrip® dan Komix® serta herbal seperti jahe dan jeruk nipis masih dominan.
Tujuan: Mengetahui dan menganalisis pola penggunaan obat herbal dan obat bebas terbatas dalam mengatasi flu dan batuk di masyarakat Dusun Denok Weran, Lumajang.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner berbentuk hard file yang dibagikan kepada responden dengan jumlah 93 responden. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan microsoft excel, sehingga data yang akan ditampilkan nantinya dapat menganalisis pola penggunaan obat bebas terbatas dan obat herbal dalam mengatasi flu dan batuk.
Hasil: Hasil data peneliti didapati berjumlah sebanyak 93 responden berada pada kelompok usia 26–35 tahun (43,01%) dan berjenis kelamin perempuan (59,14%). Sebagian besar berpendidikan SMA/SMK (48,39%) dan bekerja sebagai karyawan/swasta (32,36%). Sebanyak 47,31% responden mengalami flu dan batuk satu kali dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, dan sebagian besar menangani gejalanya secara mandiri. Pilihan pengobatan mencerminkan preferensi yang beragam 39,78% menggunakan obat bebas terbatas, 32,26% memilih obat herbal, dan 27,96% menggabungkan keduanya. Jahe merupakan herbal yang paling banyak digunakan (31,18%), sedangkan Bodrex (9,68%), Mixagrip (8,60%), dan Vicks Formula 44 (6,45%) adalah obat bebas terbatas yang paling sering dipilih. Obat diperoleh terutama dari apotek (41,94%) dan warung (29,03%). Pemilihan obat didominasi oleh faktor kemudahan memperoleh (26,88%) dan harga terjangkau (25,81%). Mayoritas responden membaca aturan pakai (53,76%), mengikuti dosis (83,87%), dan menyimpan sisa obat (74,19%).
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat dusun denok wetan cenderung memilih obat bebas terbatas untuk swamedikasi flu dan batuk, dengan obat herbal sebagai pelengkap. Pengobatan berlangsung 3–5 hari, 2–3 kali sehari, dan pemilihan obat didasarkan pada akses, harga, dan kebiasaan, bukan saran medis. Swamedikasi paling umum pada usia produktif berpendidikan menengah. Obat diperoleh dari apotek, meski warung dan daring juga digunakan. Kepatuhan terhadap aturan cukup baik, namun penyimpanan sisa obat dan konsumsi bersamaan masih berisiko. Secara umum, swamedikasi mencerminkan kemandirian, namun edukasi tentang penggunaan obat yang tepat tetap diperlukan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Depositing User: Unnamed user with email perpustakaan@stikesdrsoebandi.ac.id
Date Deposited: 09 Dec 2025 02:25
Last Modified: 09 Dec 2025 02:25
URI: http://repo.uds.ac.id/id/eprint/2693

Actions (login required)

View Item
View Item